Yuk Simak Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Pendaftaran Merek Dagang

by Mujahid Sahroni
Pendaftaran Merek Dagang

Ketika anda memulai sebuah bisnis atau usaha, merek menjadi salah satu aspek penting untuk dipertimbangkan. Keberadaan merek dari suatu produk atau jasa mampu menarik minat konsumen, sehingga bisnis pun bisa lebih sukses. Setelah anda membuat merek, maka anda perlu mematenkannya dengan cara melakukan daftar merek  dagang pada Kemenkumham. Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mendaftarkan merek. Simak ulasannya berikut.

Hal yang Wajib Diketahui Sebelum Mendaftarkan Merek

1. Syarat Pendaftaran

Sebelum mendaftarkan sebuah merek perorangan, anda tentunya perlu melengkapi beberapa dokumen yang dipersyaratkan. Dokumen tersebut antara lain kartu identitas pemohon, contoh dari merek yang diajukan sebanyak 3 buah, surat kuasa jika diperlukan, surat pernyataan hak kepemilikan, serta daftar produk atau jasa yang akan diberi merek. Sedangkan untuk suatu badan usaha perlu ditambah dengan dokumen NPWP, akta notaris, dan surat keterangan domisili.

2. Cara Mendaftarkan Merek

Setelah menyiapkan berbagai persyaratan pendaftaran merek, maka anda perlu tahu cara mendaftarkannya. Langkah pertama yaitu anda harus mengajukan permohonan pendaftaran merek ke DJKI atau Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, di kantor wilayah terdekat atau secara online pada website resminya. Selanjutnya anda dapat mengisi formulir untuk daftar merek dagang kepada Menteri Hukum dan HAM sebanyak dua rangkap.
Setelah itu, pemohon hanya tinggal menunggu pengumuman selambat-lambatnya 15 hari setelah mendaftar. Kemudian tahap terakhir yakni pemeriksaan substantif yang berlangsung sekitar 150 hari. Pada tahap ini akan diputuskan mengenai diterima atau ditolaknya merek anda. Jika hasilnya diterima, maka pihak DJKI akan menerbitkan sertifikat pendaftaran merek yang anda ajukan.

3. Waktu Pendaftaran

Sebenarnya pendaftaran merek bisa saja dilakukan sewaktu-waktu, tidak ada waktu tertentu untuk mendaftarkannya. Karena pendaftaran ini mengacu pada prinsip first to file, maka tergantung siapa yang lebih dulu mendaftarkan mereknya. Sehingga apabila terdapat pihak lain yang mendaftarkan merek yang sama dengan milik anda. Namun file pengajuan anda lebih dahulu disetujui, maka penggunaan merek tersebut pun menjadi hak milik anda.
Maka pengajuan daftar merek dagang milik pihak lain tersebut akan otomatis ditolak, akibat dari keterlambatan mendaftar. Pengajuan permohonan merek ini makin meningkat tiap tahunnya, bahkan hingga mencapai 10 ribu pertahunnya. Oleh karena itu, proses pengajuannya pun yang sebelumnya membutuhkan waktu 9 hingga 12 bulan, menjadi sekitar 18 hingga 24 bulan. Jadi segera daftarkan merek anda, sebelum didahului pihak lain.

4. Biaya Pendaftaran

Terakhir, anda juga perlu memperhatikan besarnya biaya pendaftaran. Pengajuan hak paten terhadap merek memang memerlukan sejumlah biaya. Hal tersebut sudah diatur pada Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2016. Perubahan yang kedua terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2014, tentang jenis dan tarif atas jenis penerimaan negara bukan pajak yang berlaku pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Maka untuk tarif permohonan daftar merek dagang kemudian ditetapkan perkelas, yakni Usaha Mikro dan Usaha Kecil serta Umum. Biayanya berkisar antara 500 ribu hingga 2 juta perkelasnya. Anda pun juga bisa menggunakan jasa konsultan merek yang akan membantu anda. Dengan menggunakan jasa konsultan, anda juga dapat mencegah penolakan dari Ditjen HKI. Namun tentunya biaya yang dikeluarkan pun menjadi lebih besar.

Itulah beberapa hal yang perlu anda perhatikan jika ingin mematenkan merek dari usaha yang anda jalani. Prosesnya mungkin terlihat cukup panjang dan tidak terlalu mudah. Namun, memiliki hak milik pada merek atau brand pada produk yang anda rintis tentunya akan membuat bisnis anda semakin sukses. Berminat untuk mengajukan pendaftaran merek?

Originally posted 2020-09-08 06:11:54.

You may also like