Team Suzuki Ecstar Berikan Hadiah Terindah di 100 Tahun Suzuki

by Mujahid Sahroni
Team Suzuki Ecstar

Gelar juara dunia ajang MotoGP musim 2020 ini sudah berhasil dikunci oleh Joan Mir pada klasemen pembalap dari Team Suzuki Ecstar di klasemen tim. Hal ini karena dirinya berhasil menyelesaikan putaran balapan GP valencia di sirkuit Ricardo Tormo.

Kebahagian tersebut tentu saja tidak terhingga dirasakan oleh semua tim dan juga fans dari Suzuki di seluruh dunia. Hal ini karena gelar bergengsi itu berhasil diraih bertepatan dengan hari ulang tahun Suzuki yang ke 100.

Informasi ini didapatkan dari website resmi Suzuki Indonesia, anda bisa kunjung Suzuki Motor Indonesia yang juga merasakan kebahagiaan berkat gelar juara yang diberikan oleh Joan Mir tersebut.

Joan Mir Berhasil Merebut Gelar Juara MotoGP

Semua pihak dan juga fans Suzuki di seluruh dunia tentu saja merasakan kebahagian yang tak terhingga, sebab gelar bergengsi ini berhasil didapatkan setelah bersama-sama menantikannya 20 tahun lamanya.

Dimana kali terakhir Suzuki mendapatkan gelar juara tersebut adalah pada tahun 2000 lalu, sudah 20 tahun lamanya akhirnya penantian tersebut berbuah hasil.

Prestasi gemilang itu juga menjadi salah satu hadiah terindah untuk Suzuki, sebab tahun ini tepat Suzuki merayakan ulang tahun yang ke-100 di dunia. Balapan terakhir tahun ini juga menjadi peristiwa yang sangat menegangkan untuk Team Suzuki Ecstar ketika Joan Mir harus menghadapi match poin pertama di musim 2020 ini.

Namun, Mallorcan muda berhasil menjalani balapan dengan sangat terukur dan juga cerdas, ia melakukan banyak sekali strategi agar bisa mendapatkan mahkota juara Dunia MotoGP musim ini dengan gaya bermain dalam putaran yang tersisa satu putaran tersebut.

Harus Memulai Balapan Dari Posisi 12 Dan 14

Balapan ini juga harus dimulai dengan kondisi yang sulit sebab Joan Mir dan juga Alex Rins harus memulai balapan sebanyak 27 lap tersebut dari posisi ke 12 dan juga ke 14 di grid balapan.

Tentu saja keduanya sadar bahwa akan sulit untuk bisa mengulangi hasil 1-2 seperti yang sudah mereka raih sebelumnya. Namun karena keduanya solid mereka sudah berhasil mendapatkan tempat yang berguna di awal lap balapan.

Rins juga sudah mulai mengejar tim pemimpin, dan Mir bermain dengan aman dan memastikan bahwa ia memiliki ban dengan kondisi yang cukup panas sebelum mulai mengambil alih posisi pembalap yang ada di depannya. Rins juga berhasil mendapatkan tempat kelima di Lap 11, sementara Mir berhasil naik ke posisi ke delapan satu putaran berikutnya.

Dengan sisa lap yang tersisa, Rins sudah berhasil menyesuaikan dirinya dengan ritem balapan yang kuat dan berusaha agar menjaga para pesaingnya tetap menjauh.

Ia menempati posisi keempat yang kuat agar bisa menjaga dirinya tetap berada pada perburuan posisi kedua pada Klasemen Kejuaraan. Secara bersamaan hal tersebut juga membantu tim Suzuki Ecstar untuk bisa mendapatkan Kejuaraan Tim 2020.

Karena sadar dengan apa yang harus dilakukan agar bisa merebut gelar mahkota yang sudah ditunggu-tunggu selama 20 tahun tersebut, Mir mulai mengambil pendekatan yang tenang serta cerdas di balapan, dengan menjaga ketenangan dalam situasi tekanan tinggi serta harus bisa menghindari resiko yang tidak perlu dilakukan.

Ia berhasil menyelesaikan MotoGP Valencia dengan finish di posisi ketujuh, namun yang terpenting adalah dirinya mempunyai selisih 29 poin di klasemen, dan memastikan bahwa dirinya menjadi Juara Dunia MotoGP musim ini, tentu saja pencapaian yang luar biasa yang diraihnya hanya di musim keduanya pada kelas MotoGP ini, dan hari yang penting untuk Suzuki.

Suzuki berhasil memenangkan gelar juara dunia MotoGP setelah 20 tahun puasa gelar sekaligus menjadi kado yang indah untuk ulang tahun Suzuki yang ke-100 di dunia dan 60 tahun di MotoGP.

Garis finish GP Valencia yang berhasil dilakukan oleh Joan Mir tentu saja juga memberikan dirinya tambahan poin agar berhasil memimpin klasemen pebalap dengan mengantongi poin 171 atau selisih 29 poin dari pembalap lainnya yang berada di posisi ke-dua. Kondisi ini juga memastikan dirinya menjadi Juara Dunia MotoGP 2020 walaupun masih ada satu putaran terakhir di Portugal.

Gelar juara dunia ajang MotoGP musim 2020 ini sudah berhasil dikunci oleh Joan Mir pada klasemen pembalap dari Team Suzuki Ecstar di klasemen tim. Hal ini karena dirinya berhasil menyelesaikan putaran balapan GP valencia di sirkuit Ricardo Tormo.

Kebahagian tersebut tentu saja tidak terhingga dirasakan oleh semua tim dan juga fans dari Suzuki di seluruh dunia. Hal ini karena gelar bengengsi itu berhasil diraih bertepatan dengan hari ulang tahun Suzuki yang ke 100.

Informasi ini didapatkan dari website resmi Suzuki Indonesia, anda bisa kunjung Suzuki Motor Indonesia yang juga merasakan kebahagiaan berkat gelar juara yang diberikan oleh Joan Mir tersebut.

Joan Mir Berhasil Merebut Gelar Juara MotoGP

Semua pihak dan juga fans Suzuki di seluruh dunia tentu saja merasakan kebahagian yang tak terhingga, sebab gelar bergengsi ini berhasil didapatkan setelah bersama-sama menantikannya 20 tahun lamanya. Dimana kali terakhir Suzuki mendapatkan gelar juara tersebut adalah pada tahun 2000 lalu, sudah 20 tahun lamanya akhirnya penantian tersebut berbuah hasil.

Prestasi gemilang itu juga menjadi salah satu hadiah terindah untuk Suzuki, sebab tahun ini tepat Suzuki merayakan ulang tahun yang ke-100 di dunia. Balapan terakhir tahun ini juga menjadi peristiwa yang sangat menegangkan untuk Team Suzuki Ecstar ketika Joan Mir harus menghadapi match poin pertama di musim 2020 ini.

Namun, Mallorcan muda berhasil menjalani balapan dengan sangat terukur dan juga cerdas, ia melakukan banyak sekali strategi agar bisa mendapatkan mahkota juara Dunia MotoGP musim ini dengan gaya bermain dalam putaran yang tersisa satu putaran tersebut.

Harus Memulai Balapan Dari POsisi 12 Dan 14

Balapan ini juga harus dimulai dengan kondisi yang sulit sebab Joan Mir dan juga Alex Rins harus memulai balapan sebanyak 27 lap tersebut dari posisi ke 12 dan juga ke 14 di grid balapan. Tentu saja keduanya sadar bahwa akan sulit untuk bisa mengulangi hasil 1-2 seperti yang sudah mereka raih sebelumnya. Namun karena keduanya solud mereka sudah berhasil mendapatkan tempat yang berguna di awal lap balapan.

RIns juga sudah mulai mengejar tim pemimpin, dan Mir bermain dengan aman dan memastiakn bahwa ia memiliki ban dengan kondisi yang cukup panas sebelum mulai mengambil alih posisi pembalap yang ada di depannya. Rins juga berhasil mendapatkan tempat kelima di Lap 11, sementara Mir berhasil naik ke posisi ke delapan satu putaran berikutnya.

Dengan sisa lap yang tersisa, Rins sudah berhasil menyesuaikan dirinya dengan ritem balapan yang kuat dan berusaha agar menjaga para pesaingnya tetap menjauh. Ia menempati posisi keempat yang kuat agar bisa menjaga dirinya tetap berada pada perburuan posisi kedua pada Klasemen Kejuaraan. Secara bersamaan hal tersebut juga membantu tim Suzuki Ecstar untuk bisa mendapatkan Kejuaraan Tim 2020.

Karena sadar dengan apa yang harus dilakukan agar bisa merebut gelar mahkoat yang sudah ditunggu-tunggu selama 20 tahun tersebut, Mir mulai mengambil pendekatan yang tenang serta cerdas di balapan, dengan menjaga ketenangan dalam situasi tekanan tinggi serta harus bisa menghindari resiko yang tidak perlu dilakukan.

Ia berhasil menyelesaikan MotoGP Valencia dengan finish di posisi ketujuh, namun yang terpenting adalah dirinya mempunyai selisih 29 poin di klasemen, dan memastikan bahwa dirinya menjadi Juara Dunia MotoGP musim ini, tentu saja pencapaian yang luar biasa yang diraihnya hanya di musim keduanya pada kelas MotoGP ini, dan hari yang penting untuk Suzuki.

Suzuki berhasil memenangkan gelar juara dunia MotoGP setelah 20 tahun puasa gelar sekaligus menjadi kado yang indah untuk ulang tahun Suzuki yang ke-100 di dunia dan 60 tahun di MotoGP.

Garis finsih GP Valencia yang berhasil dilakukan oleh Joan Mir tentu saja juga memberikan dirinya tambahan poin agar berhasil memimpin klasemen pebalap dengan mengantongi poin 171 atau selisih 29 poin dari pebalap lainnya yang berada di posisi ke-dua. Kondisi ini juga memastikan dirinya menjadi Juara Dunia MotoGP 2020 walaupun masih ada satu putaran terakhir di Portugal.

You may also like