Siapakah Penemu Neutron

by Mujahid Sahroni
Siapakah Penemu Neutron

Neutron merupakan partikel subatomik yang tidak memiliki muatan. Umumnya, di buku referensi seperti buku ilmu kimia muatan neutron akan dituliskan dengan lambang 0. Partikel ini merupakan penyusun dari inti atom. Lalu, siapakah ilmuwan yang menemukan neutron? Bagaimana cara ilmuwan tersebut menemukan partikel subatomik ini? Simak penjelasan berikut ini.

Biografi Penemu neutron

James Chadwick merupakan fisikawan Inggris yang berhasil menemukan komponen penyusun inti atom yaitu neutron sekaligus nuklir. Dengan adanya penemuan besar itu, dia memperoleh penghargaan berupa nobel di bidang ilmu kimia pada 1935. Bahkan, dalam sejarah Perang Dunia II, ia menjadi salah satu seorang ilmuwan yang aktif dalam mengembangkan bom atom.

Penemu neutron ini lahir pada 20 Oktober 1891, dia merupakan mahasiswa Universitas Manchester pada 1908 dan berhasil menamatkan pendidikannya di Honors School of Physics pada 1911. Dia juga menyelesaikan pendidikannya hingga menyandang gelar master pada 1913 dan menyelesaikan permasalahan mengenai radioaktif setelah dua tahun melakukan kolaborasi bersama Profesor Rutherford di Laboratorium Fisik Manchester.

Chadwick memperoleh banyak penghargaan hingga mendapatkan gelar bangsawan. Dia wafat di usia ke-82 tahun, pada 24 Juli 1974.

Sejarah Penemuan Neutron

Dengan adanya penemuan atom maka berkembanglah percobaan yang membahas partikel penyusun atom. Atom yang dinyatakan sebagai partikel yang tidak dapat dibagi lagi ternyata memiliki komponen penyusun didalamnya. Setiap penelitian dilakukan untuk memperbaiki penelitian yang sudah ada sekaligus menemukan hal baru mengenai atom termasuk penemuan neutron.

Penemuan neutron ini, diawali dengan adanya percobaan yang dilakukan oleh Ernest Rutherford yakni menghitung jumlah partikel bermuatan positif dalam inti atom dan massa inti atom. Dalam hal ini, dia mengharapkan bahwa jumlah dari partikel bermuatan positif itu sama dengan massa atom karena massa elektron yang kecil. Namun, dari percobaan tersebut diperoleh bahwa massa inti atom hanya seperdua dari massa atom.

Percobaan yang dilakukan Rutherford berhasil mendapatkan hasil yang memuaskan, tetapi terdapat kejanggalan terkait dengan massa dari inti atom suatu unsur yang selalu lebih besar dari massa proton dalam inti atom. Maka dari itu, dia memberikan hipotesis bahwa adanya partikel tidak bermuatan pada inti atom.

Lalu, pada 1932 barulah James Chadwick berhasil menemukan partikel yang menyusun inti atom dengan massa yang sama dengan proton, namun tidak bermuatan. Partikel subatomik ini ditemukan melalui percobaan yang dilakukan Chadwick dengan penembakan partikel alfa pada lapisan tipis berilium. Output yang dihasilkan berupa pancaran radiasi energi yang tinggi. Sehingga partikel itu dinamakan neutron. Hingga akhirnya Chadwick dinyatakan sebagai bapak penemu neutron.

Dari percobaan tersebut, dikenal bahwa neutron sebagai partikel penyusun inti atom dengan massa neutron yaitu 1,675 x 10-24 gram. Jumlah neutron pada setiap unsur bukanlah menjadi ciri yang khas. Berarti pada setiap unsur yang memiliki jumlah neutron sama namun jumlah protonnya berbeda maka akan memiliki sifat yang berbeda begitupun sebaliknya.

Uraian tersebut menjelaskan tentang biografi dari penemu atom sekaligus memberikan informasi mengenai sejarah penemuan neutron oleh James Chadwick. Dari penjelasan diatas, dapat diketahui bahwa sebenarnya neutron telah ditemukan keberadaannya saat Rutherford melakukan percobaannya.

Namun, pernyataan Rutherford semakin diperkuat oleh James Chadwick pada percobaannya dengan penembakan sinar alfa. Penjelasan tersebut sangat penting dipelajari terutama dalam ilmu kimia. Hal ini sebagai bentuk pengenalan bagi siswa tentang penemu neutron. Media yang dapat menjadi referensi belajar dapat diakses pada rumusrumus.com

You may also like