Siapa, Mengapa dan Bagaimana Cara Take Over Pinjaman Bank!

by Mujahid Sahroni
Siapa, Mengapa dan Bagaimana Cara Take Over Pinjaman Bank!

Adapun cara take over pinjaman bank, adalah salah satu cara yang mungkin dapat Anda lakukan untuk memindahkan pinjaman yang dilakukan dari 1 bank awal ke bank lain yang baru. Lantaran satu dan lain hal. Prosedur seperti ini mungkin masih jarang dilakukan, lantaran proses yang satu ini belum terlalu terkenal di kalangan masyarakat luas !

Apa itu take over pinjaman bank

Sebelum membahas lebih dalam tentang, bagaimana cara take over pinjaman bank, alangkah baiknya jika Anda mengenal dahulu apa itu take over pinjaman bank tersebut.

Take over sendiri adalah sebuah proses pemindahan. Jika digabungkan, maka take over pinjaman bank artinya jadi lebih luas, seperti  :

  • Proses pemindahan pinjaman dari 1 bank ke bank yang lain, atau dari bank lama ke bank yang baru. Ini adalah salah satu cara yang sebenarnya ada dalam dunia perbankan.
  • Bisa juga berarti pinjaman akan diambil alih oleh nasabah lainnya, tapi dengan bank yang masih sama.
  • Atau bisa juga jadi perpindahan bank pada nasabah lain, dengan bank yang berbeda, dari nasabah pertama.

Mengapa harus melakukan take over pinjaman bank

Lalu mengapa seseorang dapat, atau apa yang melatarbelakangi seseorang melakukan take over pinjaman tersebut. Pastinya ada beberapa alasan, mulai dari :

  • Misalnya saja nasabah pertama meminjam uang, dengan alasan untuk membeli rumah atau kredit KPR, lalu setelah beberapa bulan mencicil, dirinya hendak menjual kembali rumah tersebut. Sedangkan cicilan rumah belum lunas. Secara otomatis nasabah pertama akan menyerahkan cicilan KPR tersebut ke nasabah baru atau nasabah kedua. Tentunya dengan ketentuan dan syarat yang telah disepakati bersama.
  • Alasan lainnya adalah untuk mendapatkan cicilan dan bunga yang lebih rendah. Biasanya hal ini terjadi, jika pinjaman di bank sebelumnya mempunyai nilai cicilan dan bunga yang tinggi. Sehingga membuat pihak nasabah, dalam hal ini Anda, tidak dapat melunasinya.

Jadi Anda dapat melakukan take over, atau memindahkan pinjaman ke bank lainnya, yang mempunyai besaran bunga yang relatif rendah.

Bagaimana cara take over pinjaman bank

Lalu bagaimana cara take over pinjaman bank yang sebaiknya atau dapat Anda lakukan. Sebenarnya tidak terlalu sulit. Yang sebaiknya dilakukan adalah :

  1. Kenali syarat yang ada

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mempelajari aneka macam syarat yang diajukan oleh pihak bank lama ke bank yang baru. Jika semua persyaratan sudah disetujui, maka Anda dapat mulai melakukan proses take over pinjaman.

  1. Negosiasikan dengan bank lama

Hal berikutnya adalah dengan menegosiasikan dengan bank lama, akan masalah pemindahan pinjaman tersebut.

  1. Pilih bank baru

Jangan lupa, pilih bank yang baru, dan dinilai tepat sesuai kebutuhan Anda. Misalnya saja bank yang mampu menyediakan cicilan dan bunga yang lebih rendah, seperti BFI Finance.

  1. Proses penilaian ulang jaminan

Pada saat Anda akan mengajukan take over pinjaman, tentunya pihak bank akan menilai ulang jaminan yang sebelumya diajukan. Misalnya saja Anda menjaminkan BPKB mobil atau motor. Disini pihak bank akan mempelajari dan menilai nilai pasar dari jaminan dan kelengkapan dokumen dari jaminan tersebut.

Jika jaminan berhasil disetujui, maka pihak bank, akan mulai menilai kelayakan dokumen, dan keabsahan berbagai dokumen dari BPKP tersebut. Jika benar dan lolos, maka pihak Bank, dalam hal ini pihak BFI finance, akan mulai membantu proses pemindahan peminjaman atau take over pinjaman.

  1. Melakukan proses kredit ulang

Mengingat Anda akan mengajukan kredit ke bank baru, sudah pasti Anda harus mematuhi berbagai macam aturan yang diberikan oleh bank yang baru. Misalnya saja Anda akan menggunakan bank BFI finance.

  1. Membayar uang DP

Dalam proses take over kali ini, Anda juga harus membayar uang DP atau uang muka. Besaran uang muka ini beragam. Jika uang muka tersebut sudah dibayarkan, maka proses selanjutnya adalah dengan mulai mencicil ke bank yang baru, atau dalam hal ini BFI finance, secara teratur per bulan.

Siapa yang sebaiknya melakukan take over pinjaman bank

Lalu siapa saja, yang dapat melakukan atau mengajukan take over pinjaman bank tersebut. Jawabannya bisa siapa saja. Terutama Anda seorang nasabah yang mempunyai pinjaman ke bank, dalam rangka alasan tertentu. Selain itu, Anda juga harus mempunyai jaminan yang sah dan kuat, misalnya saja, BPKB motor, mobil, atau bahkan properti.

Jaminan-jaminan tersebut harus bersifat valid, dan mempunyai nilai jual yang tinggi. Lalu Anda akan memilih salah satu besaran cicilan yang dinilai tepat, yang sanggup dibayar per bulannya.

Keuntungan melakukan take over pinjaman bank

Dalam melakukan proses take over seperti ini, pastinya akan memberikan keuntungan tersendiri untuk Anda. Berikut ini adalah beberapa keuntungan yang dimaksud :

  • Memberikan Anda keringanan dalam mencicil pinjaman.
  • Besaran bunga yang akan dipilih jadi lebih kecil. Hasilnya jumlah cicilan yang akan dibayar kelak, jadi lebih ringan dan kecil.
  • Lama proses cicilan, dapat ditinjau ulang.
  • Anda dapat mengajukan tambahan kredit pada bank baru, jika nilai cicilan sudah hampir lunas, dan nilai jaminan masih cukup besar.

FAQ, tentang take over pinjaman bank

Apa saja jaminan yang biasanya digunakan untuk take over pinjaman tersebut !

  • Tentu saja beragam, dan pastikan nilai jaminan tersebut cukup besar, dan mempunyai sertifikat resmi, seperti BPKB Motor, BPKB mobil dan yang lainnya.
  • Proses take over pinjaman bisa di bank mana saja ?
  • Sebenarnya proses take over pinjaman ini sendiri bisa dilakukan dimana saja. Tapi jika Anda menggunakan BFI finance, akan lebih menguntungkan, karena prosesnya jauh lebih mudah, cepat, dan patinya praktis.

Dari ulasan di atas jelas sudah, bahwa cara take over pinjaman bank tidak sulit, dapat dapat dilakukan oleh siapa saja. Tapi pastikan Anda mengetahui syarat, dan hal-hal yang harus dilakukan dengan baik.