Sedang Merintis Usaha? Cermati Tahapan Produksi Air Minum Kemasan Berikut Ini!

by Mujahid Sahroni
Sedang Merintis Usaha? Cermati Tahapan Produksi Air Minum Kemasan Berikut Ini!

Telah banyak pabrik air minum dalam kemasan yang bertahan hingga saat ini. Peluang usaha pabrik air minum yang menjanjikan membuat para wirausahawan berani untuk memulai bisnis ini. Kebutuhan akan air minum bersih setiap harinya akan menghasilkan keuntungan yang besar bagi pelaku usaha. Tahukah bagaimana tahapan produksi air minum kemasan?

Kemasan air minum saat ini beragam dari ukuran 250 ml hingga 19 liter. Proses produksi air minum tersebut terdiri dari beberapa tahapan agar dapat menjadi air kemasan yang higienis dan layak dijual. Berikut ini beberapa langkah pembuatannya:

1. Tahap Filtrasi 

Sumber air kemasan dapat berasal dari beberapa mata air yang belum mengalami proses pengolahan. Pengolahan air dari sumber mata air dilakukan agar bakteri maupun kotoran air dapat hilang. Sehingga air kemasan memiliki kualitas yang baik. Proses filtrasi sama halnya dengan proses penyaringan air dari sumbernya. 

Air yang diambil akan mengalir pada pipa-pipa penyaringan untuk kemudian nantinya ditampung pada wadah yang lebih besar. Kotoran-kotoran yang ada pada air akan hilang atau tersangkut pada saringan pipa. Saringan dalam pipa berukuran sangat kecil untuk memungkinkan agar kotoran sekecil apapun tidak ikut.

2. Tahap Sterilisasi 

Proses sterilisasi pada pabrik kemasan air umumnya terdiri dari 2 tahap yaitu sterilisasi pertama dan lanjutan. Adanya 2 tahap pembersihan ini dilakukan untuk menyakinkan bahwa air yang akan dikemas terhindar dari bakteri dan mikroorganisme jahat lainnya. Proses pembersihan ini dilakukan pada semua sumber air kemasan baik air alami, air embun dan air demineral untuk memastikan kelayakan konsumsi. 

Sterilisasi juga dilakukan pada kemasan air baik yang berupa gelas kecil, botol hingga galon. Hal tersebut dilakukan agar kemasan benar-benar tidak mengandung atau tertempel bakteri. Bakteri yang ada pada air minum kemasan akan membuat air cepat kadaluarsa dan tidak layak konsumsi.

3. Tahap Pengadukan

Pada tahap ini setiap pabrik memiliki bahan berbeda-beda yang dicampurkan pada air kemasan. Proses pengadukan dilakukan pada tangki pengadukan agar lebih terjaga kebersihannya. Mengapa harus dilakukan proses pengadukan? 

Proses pengadukan dilakukan agar bahan tambahan seperti mineral maupun perasa lainnya yang dimasukkan pada air dapat tercampur secara merata. Bahan mineral maupun perasa yang diberikan akan menjadi daya tarik tersendiri di mata konsumen. Oleh karena itu sebelum memulai usaha, maka lakukanlah analisis konsumsi jenis air yang disukai masyarakat. 

4. Tahap Pengisian Kemasan

Setelah air memiliki kualitas baik dan layak dikonsumsi maka tahap yang harus dilakukan selanjutnya yaitu pengisian kemasan. Kemasan yang dipakai dapat berupa kemasan gelas, botol maupun galon. Semua kemasan tersebut dapat menjadi peluang usaha pabrik air minum yang menjanjikan karena disesuaikan kebutuhan masyarakat.

5. Tahap Label

Tahapan produksi air minum kemasan yang sangat penting untuk dilakukan yaitu pelabelan. Hal ini dilakukan untuk membedakan antara pabrik kemasan satu dengan lainnya. Segel air diberi pada kemasan dilakukan agar air tidak mengalami kebocoran. 

Pemberian segel dan stiker dapat secara manual ataupun otomatis dengan mesin. Saat proses pelabelan ini umumnya juga dilakukan proses pemberian waktu kadaluarsa dari air. Hal tersebut dilakukan karena air kemasan juga memiliki waktu tertentu agar masih layak dikonsumsi. 

6. Tahap Packing dan Penyimpanan

Tahap pengepakan air kemasan dilakukan agar pada saat proses penjualannya dapat berjalan lancar. Air kemasan umumnya dibungkus dengan kardus maupun media pembungkus lainnya tergantung pada wadah kemasan air. Setelah dikemas pada wadah kardus dengan isi air kemasan tertentu, maka jangan lupa lakukan proses penutupan kardus. 

Hal tersebut dikarenakan agar tidak adanya serangga yang nantinya membuat air kemasan rusak. Setelah tahap packing selesai maka air kemasan dibawa untuk disimpan pada gudang. Kondisi gudang harus sesuai dengan SOP agar dapat menjaga kesegaran dan kualitas air tetap baik. 

Telah diketahui beberapa tahapan produksi air kemasan yang dilakukan oleh pabrik skala kecil maupun besar. Bagi yang sedang merintis usaha di bidang air minum kemasan bisa mencermati tahapan diatas. 

You may also like