Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) kembali meluncurkan produk inovasinya

by Mujahid Sahroni

Kali ini melalui Program Studi Sarjana Terapan Pendidikan Jarak Jauh (D4 PJJ)Teknik Telekomunikasi meluncurkan produk “Si-Tani” (Smart Irigasi Petani) Sebagai Inovasi Smart Farming 4.0 di Wilayah Pedesaan. Alat ini digunakan untuk memonitoring aliran irigasi pada wilayah pertanian. Parameter yang dimonitoring adalah debit air dan ketinggian / lever air pada saluran irigasi.

“Selama ini saluran irigasi di desa Karangsuko mengaliri sekitar 50 hektar sawah. Dan terkadang di salah satu pintu air mengalami penyumbatan akibat ulah manusia yang tidak bertanggung jawab, dan kami selalu melakukan pengecekan pintu mana yang mengalami penyumbatan”, tutur keluh kesah Pak Bushiri, seorang Kuwowo (penjaga pintu irigasi) Desa Karangsuko, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang.

Dengan adanya alat Si-Tani ini diharapkan mampu menjawab problematika yang terjadi dalam bidang pertanian, khususnya berkaitan dengan aliran irigasi, karena irigasi ini merupakan salah satu faktor utama dalam pertanian. Jika aliran irigasi ini terganggu, maka pertanian pun akan terganggu, sehingga dapat mempengaruhi hasil panen. Alat Si-Tani yang dibuat oleh arek-arek PENS ini mampu mengukur level ketinggian air dan debit aliran air yang mengalir pada saluran irigasi. Kemudian data pengukuran ini dikirimkan ke server melalui jaringan internet. Sehingga seorang mantri ulu-ulu atau Kuwowo dapat memantau kondisi aliran air irigasi menggunakan aplikasi yang sebelumnya telah terinstal pada perangkat smartphone secara real-time.

1

Alat Si-Tani ini merupakan hasil riset kolaborasi antara dosen dan mahasiswa Teknik Telekomunikasi PENS. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang merupakan salah satu kegiatan Tri Dharma perguruan tinggi, alat Si-Tani ini dihibahkan kepada Desa Karangsuko, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang. Menariknya, Desa Karangsuko memanfaatkan aliran irigasi yang berasal dari sumber mata air pegunungan, yaitu Sumber Sira. Tidak hanya itu, aliran irigasi ini juga dimanfaatkan oleh warga untuk mengembangkan wisata sungai dan pembangkit listrik tenaga mikro hidro untuk menghidupkan pompa yang menyalurkan air bersih ke rumah warga.

Melalui kegiatan riset kolaboratif antara kampus dengan masyarakat, baik instansi maupun industri, mudah-mudahan alat Si-Tani ini dapat dikembangkan lagi sehingga dapat dimanfaatkan untuk bisa menjangkau wilayah pertanian yang lebih luas. Tetap semangat, tetap berkarya untuk Indonesia, creating a better world. Politeknik… JOSS…!!!

You may also like