Mengenal Fungsi Asuransi Jiwa dan Jenis-jenisnya

by Mujahid Sahroni
Fungsi Asuransi Jiwa

Sebagai bentuk perlindungan dari peristiwa kehidupan yang kadang kala di luar dugaan, asuransi jiwa bisa menjadi pilihan tepat. Jenis asuransi ini menawarkan uang pertanggungan yang diberikan saat individu atau keluarga yang merupakan nasabah mengalami kematian. Di zaman modern, masyarakat perlu sadar dan mengedukasi diri terkait kesehatan finansial, termasuk persiapan asuransi.

Apa Fungsi dari Asuransi Jiwa?

Asuransi ini menyediakan dukungan secara finansial untuk keluarga ataupun ahli waris yang ditinggalkan oleh nasabah asuransi, karena ada kemungkinan mengalami kesulitan finansial. Sebagai bagian dari perencanaan keuangan, asuransi dalam meningkatkan kualitas hidup seseorang. Terlebih, keamanan merupakan sesuatu yang menjadi dasar kebutuhan manusia.

Nasabah yang telah mendaftarkan asuransi nantinya akan diberikan bukti kontrak sebagai perjanjian antara kedua belah pihak yakni penanggung dan tertanggung. Dokumen ini dinamakan dengan polis asuransi, yang berisi berbagai informasi penting berkaitan dengan asuransi yang diambil. Misalnya nilai pertanggungan, hak, serta kewajiban.

Sederhananya, fungsi utama dari asuransi jiwa yaitu menggantikan terhentinya penghasilan dari nasabah yang meninggal dengan mencairkan dana kepada ahli warisnya. Fungsi lain yang seringkali digunakan dengan dana asuransi yakni untuk kebutuhan berikut:

  • Melunasi hutang ataupun kredit yang masih belum selesai.
  • Menjamin biaya untuk pendidikan anak.
  • Membiayai kebutuhan untuk menjalankan usaha.
  • Menjamin keamanan keluarga dari segi finansial.
  • Tabungan darurat dan masa tua.
  • Perbaikan rumah yang mengalami kerusakan.

Jenis-jenis Asuransi Jiwa

Setelah mengetahui manfaat memiliki asuransi, terlebih dahulu perlu tahu apa saja jenis-jenisnya. Hal ini akan memudahkan calon nasabah untuk memilih yang sesuai dengan kondisinya. Berikut beberapa macam asuransi yang menawarkan pertanggungan jiwa:

1. Asuransi Seumur Hidup (Whole Life)

Ciri utama dari pertanggungan yang bersifat whole life yaitu menjamin pertanggungan dalam polis asuransinya masih berlaku. Manfaat yang diberikan selain pertanggungan juga tabungan. Ada beberapa jenis dari asuransi ini yaitu:

  • Jenis ini memberikan pertanggungan untuk seumur hidup, dimana pembayaran preminya tetap dan tidak mengalami pertambahan meski usianya bertambah.
  • Gabungan (joint). Asuransi ini manfaatnya sama dengan yang individu, namun dalam satu polis menanggung dua orang. Apabila salah satunya meninggal, manfaat diberikan untuk tertanggung yang hidup, sekaligus pertanggungan polisnya berakhir.
  • Disebut juga dengan second to die, pertanggungan jiwa ini bersifat gabungan yaitu premi dibayar apabila kedua nasabah meninggal. Sasarannya yaitu pasangan yang ingin memiliki dana untuk membayar pajak warisan setelah keduanya meninggal.

2. Asuransi Berjangka

Jenis asuransi yang memberikan pertanggungan untuk jangka waktu yang sudah ditentukan sesuai ketentuan polis. Manfaat dari polis asuransinya akan dibayar jika tertanggung meninggal pada waktu yang ditentukan saat polisnya berlaku. Apabila nasabah menghentikan asuransinya, polis akan terhenti dan perusahaan asuransi tidak berkewajiban memberikan pertanggungannya.

3. Asuransi Unit Link

Tipe asuransi ini sedang diminati oleh banyak orang, karena merupakan gabungan dari dua hal yaitu pertanggungan jiwa sekaligus investasi. Nasabah membayar premi yang nantinya dialokasikan sebagai premi dasar pertanggungan dan juga premi investasi. Dana tersebut dikelola manajer investasi, sehingga nasabah yang memilih jenis link bisa mendapatkan dua manfaat: uang pertanggungan serta profit dari investasi.

4. Asuransi Dwiguna

Pertanggungan jiwa ini memberi manfaat dalam dua kondisi yaitu tertanggung yang meninggal di masa pertanggungan, atau hidup hingga akhir dari masa pertanggungan. Polis dwiguna memiliki batasan waktu (jatuh tempo).

Batasan ini diberlakukan bagi perusahaan asuransi dalam membayar uang pertanggungan dari pemegang polis apabila tertanggung masih hidup. Sedangkan untuk waktu jatuh temponya sendiri jatuh di saat usia dari tertanggung telah mencapai batas atau sesuai dengan waktu yang sudah ditetapkan.

Itulah ulasan mengenai asuransi jiwa yang sangat disarankan sebagai upaya untuk menjamin kelangsungan hidup masyarakat jika ditinggalkan oleh anggota keluarga. Penting bagi masyarakat untuk terus mengedukasi diri dan jeli memilih perusahaan dan program yang paling sesuai dengan kondisinya.

 

Originally posted 2022-01-23 03:31:45.

You may also like