Memilih Perusahaan Outsourcing di Indonesia Yang Tepat

by Mujahid Sahroni
Memilih Perusahaan Outsourcing di Indonesia Yang Tepat

Sistem waktu kerja di Indonesia sangat banyak diantaranya paruh waktu, penuh waktu, magang, dan ada juga outsourcing. Terkhusus untuk outsourcing sistem yang satu ini memiliki penanganan yang berbeda dengan sistem yang lainnya. Bahkan sudah ada perusahaan outsourcing di Indonesia yang memiliki tugas sebagai penyedia jasa untuk perusahaan yang membutuhkan.

Pentingnya Memilih Perusahaan yang Tepat

Karena outsourcing membutuhkan penanganan khusus dan sudah ada beberapa perusahaan outsourcing di Indonesia, maka  perlu untuk diperhatikan dengan baik. Baik itu untuk perusahaan yang membutuhkan jasa, maupun untuk karyawan yang sedang mencari pekerjaan. Penting sekali untuk memilih perusahaan yang bisa bertanggung jawab, dikarenakan.

  • Mencegah terjadinya penipuan
  • Data perusahaan tetap aman, dan tidak mudah bocor
  • Karyawan yang diberikan sudah berkualitas
  • Perusahaan bersifat jelas dan bisa dipertanggungjawabkan
  • Tidak mengambil keuntungan lebih dari karyawan, yang sifatnya merugikan
  • Gaji yang diberikan kepada karyawan sifatnya transparan

Ciri-Ciri Perusahaan Outsourcing Palsu

Untuk mencegah tertipu oleh perusahaan outsourcing palsu, perlu untuk mengetahui bagaimana ciri-ciri dari perusahaan outsourcing yang palsu. Dengan begitu masyarakat bisa lebih mudah menghindarinya dengan hanya melihat melalui ciri-cirinya saja. Adapun beberapa ciri dari perusahaan outsourcing yang tidak bertanggung jawab, diantaranya.

1. Identitas Perusahaan Tidak Jelas

Ciri yang pertama ini penting untuk diperhatikan baik itu oleh perusahaan yang membutuhkan jasa, dan juga karyawan yang ingin bergabung. Penting sekali untuk memastikan bahwa perusahaan tersebut memiliki identitas yang jelas. Karena ini berkaitan juga dengan keamanan perusahaan yang menyewa nantinya. Kalau memilih perusahaan dengan identitas tidak jelas dikhawatirkan justru bisa mengambil data inti perusahaan.

2. Panggilan Kerja yang Tidak Masuk Akal

Biasanya perusahaan yang menipu ini akan memiliki panggilan kerja yang sifatnya tidak masuk akal. Beberapa diantaranya seperti posisi kerja yang tidak jelas, gaji yang sangat tinggi, namun dengan cara kerja yang mudah. Tipe pekerjaan yang terlalu indah untuk menjadi nyata, dan sama sekali tidak masuk akal.

3. Waspadai Bisnis MLM

Memang bisnis MLM sebenarnya tidak terlalu merugikan, hanya saja jika perusahaan tersebut bersifat bodong maka bisnis yang ditawarkan sifatnya akan merugikan. Pekerja akan disuruh untuk melakukan pekerjaan yang tidak masuk akal dengan menggunakan embel-embel MLM. Hal inilah yang membuat perusahaan tersebut dikatakan melakukan penipuan.

4, Data Pribadi Diminta Secara Lengkap di Awal

Tidak ada salahnya untuk menaruh curiga apabila perusahaan tersebut sudah meminta data pribadi di awal, tanpa ada proses wawancara terlebih dahulu. Meminta nomor KTP, data rekening bank, ataupun alamat rumah tanpa sebelumnya ada kejelasan adalah hal yang kurang tepat. Karena itu lebih baik berhati-hati di awal supaya nantinya tidak tertipu dengan perusahaan bodong.

5. Posisi yang Ditawarkan Tidak Jelas

Biasanya sebuah perusahaan akan menyebutkan posisi yang ditawarkan dengan jelas dan detail pada saat proses wawancara. Namun saat proses ini dilakukan pun, pekerja masih tidak mengetahui posisinya nanti dengan jelas. Apabila terjadi seperti ini, tidak ada salahnya untuk menaruh curiga kalau perusahaan itu ternyata merupakan perusahaan bodong.

6. Tidak Ada Proses Wawancara

Terakhir tidak adanya proses wawancara dalam perekrutan, ataupun saat memberikan pekerjaan kepada perusahaan yang membutuhkan. Seperti yang diketahui bahwa proses wawancara ini penting bagi sebuah perusahaan, oleh karena itu jika tidak ada wawancara maka perusahaan tersebut patut untuk dicurigai sebagai perusahaan bodong.

Itulah pentingnya memilih perusahaan outsourcing yang bisa dipertanggungjawabkan di tengah banyaknya perusahaan outsourcing di Indonesia yang bermunculan. Jangan sampai niat untuk mencari kerja, ataupun merekrut orang malah berubah menjadi hal yang tidak diinginkan karena salah memilih perusahaan.

 

You may also like