5 Kelemahan Robot Trading yang Bisa Bikin Rugi

by Mujahid Sahroni
robot trading forex autopilot

Robot trading menjadi salah satu alat yang yang tengah populer di kalangan para trader untuk melakukan proses trading secara otomatis. Meskipun memiliki banyak keunggulan seperti dapat bekerja secara multitasking dan tanpa henti, tapi robot trading ternyata juga memiliki kelemahan. Berikut ini 5 kelemahan robot trading yang bisa bikin rugi:

1. Membutuhkan Biaya Lebih Besar

Trading menggunakan robot memerlukan biaya yang jauh lebih besar daripada trading secara manual. Robot trading biasanya dihargai mulai dari ratusan hingga jutaan rupiah. Semua itu tergantung dari sistem, tingkat keakuratan robot menganalisa market serta tingkat keberhasilannya menghasilkan keuntungan.

Namun itu baru biaya untuk membeli robotnya saja, belum lagi biaya sewa VPS yang harus dibayar secara rutin. Robot trading harus aktif selama 24 jam sehingga harus menggunakan VPS yang mana harga sewanya yang juga tidaklah sedikit.

2. Kurang Mampu Beradaptasi Pada Kondisi Tertentu

Saat rilis berita global memiliki dampak yang tinggi, biasanya trader tertentu akan memanfaatkan gerakan perubahan harga tersebut untuk memperoleh keuntungan. Kegiatan tersebut bisa disebut sebagai news trading yang biasanya dilakukan oleh para scalper.

Namun kegiatan ini berisiko yang tinggi, jika sedang untung, maka bisa menghasilkan banyak uang. Sebaliknya jika kurang beruntung, maka uang bisa habis seketika. Sayangnya kondisi ini menjadi kelemahan robot trading sebab cara berpikirnya yang linear membuat tidak bisa beradaptasi pada kondisi tersebut.

3. Menuntut Keterampilan Khusus Untuk Mengaturnya

Meskipun proses trading yang dilakukan robot trading berjalan secara otomatis, bukan berarti seorang trader tidak memerlukan pengetahuan apapun mengenai trading. Terkadang ada saat kondisi market bergerak di luar kebiasaan, sehingga trader sendirilah yang harus mengambil alih kontrol.

Menggunakan robot trading sebaiknya hanya dilakukan jika trader telah banyak memiliki pengalaman dalam trading serta ketajaman intuisi tentang kondisi market. Selain itu seorang trader juga harus memahami istilah-istilah tertentu agar bisa merawat robot trading.

4. Tidak Semua Broker Mengizinkan Penggunaan Robot Trading

Ketika robot trading banyak digunakan oleh trader, akan muncul kemungkinan server broker terbebani oleh panjangnya antrian order market. Pada kondisi tersebut, terkadang server broker bisa mengalami freeze atau lag.

Untuk menghindari freeze atau lag server tersebut, beberapa broker akan melarang penggunaan robot trading tertentu. Ada juga broker yang pada dasarnya memang tidak mengizinkan transaksi menggunakan robot trading. Oleh karena itu, pastikan terlebih dahulu broker yang dipilih mengizinkan penggunaan robot trading.

5. Menghambat Perkembangan Trader

Seperti yang sudah diketahui, robot trading bekerja secara otomatis. Tapi hal tersebut bisa membuat trader jadi kurang berkembang karena tidak menjalankan proses trading secara manual. Apalagi jika kondisi market tidak menentu, pemula yang tidak bisa menjalankan proses trading manual pasti akan merasa kesulitan.

Tidak menutup kemungkinan juga sewaktu-waktu robot trading bisa mengalami lag atau error, trader yang tidak berpengalaman pasti akan mengalami kerugian. Itulah mengapa sangat disarankan memakai robot trading hanya ketika trader memang telah berpengalaman dalam hal trading.

Itulah 5 kelemahan robot trading yang bisa bikin rugi. Terlepas dari kelemahan-kelemahan tersebut, penggunaan robot trading masih dapat dipercaya. Salah satu robot trading yang bisa dipercaya adalah autotrade gold. Robot trading ini dikontrol oleh tim profesional sehingga terbukti menghasilkan keuntungan yang dapat menutupi segala kelemahan dari robot trading di atas.

Originally posted 2022-02-16 14:51:39.

You may also like