Heru Dewanto Bawa Cirebon Power Ramah Lingkungan

by Mujahid Sahroni
Heru Dewanto Bawa Cirebon Power Ramah Lingkungan (2)

Konsorsium pembangkit listrik ini mendapatkan penghargaan. Cirebon Power meraih predikat Proper Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Prestasi ini diraih oleh pembangkit unit pertama Cirebon Power yang berkapasitas 660 megawatt (MW).

Proper merupakan kependekan dari Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan. Program penilaian ini merupakan program yang diinisiasi untuk untuk mendorong penaatan perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup. Penilaian dilakukan melalui instrumen insentif reputasi yang harus dipenuhi oleh perusahaan. Program Proper Hijau ini diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Sistem pemeringkatan dari kinerja proper ini terdiri dari lima tingkatan. Kelimanya disimbolkan dengan warna. Untuk peringkat berwarna hitam, merah, dan biru, merupakan kriteria ketaatan pada peraturan lingkungan. Sedangkan untuk perusahaan yang memenuhi kriteria penilaian yang lebih dari yang dipersyaratkan (beyond compliance), akan mendapatkan peringkat hijau atau emas.

Saat ini terdapat lebih dari dua ribu perusahaan yang telah berpartisipasi berpartisipasi dalam program proper Kemen LHK. Namun dari kesemua total partisipan, hanya 120-an perusahaan saja berhasil meraih peringkat hijau dan emas. Cirebon Power adalah salah satunya.

Pembangkit Cirebon Power beroperasi sejak 27 Juli 2012. Perusahaan pembangkit ini merupakan patungan tiga negara yakni Indonesia, Jepang dan Korea Selatan. Pembangkit ini menerapkan teknologi ramah lingkungan super critical (SC) boiler. Hanya ada dua pembangkit yang memakai teknologi itu di Indonesia.

Penghargaan Proper Hijau yang diterima pembangkit listrik binaan Heru Dewanto ini merupakan penghargaan di bidang lingkungan yang pertama tahun ini. Pada tahun lalu, Cirebon Power memperoleh dua penghargaan lingkungan pada tahun lalu.

Penghargaan ini diraih berkat kesuksesan PT Cirebon Electric Power dalam menurunkan beban pencemar air (Total Suspended Solid/TSS) secara signifikan. Pembangkit ini mengkonversi rezim All Volatile Treatment (AVT) menjadi Oxigen Treatment (OT) pada fasilitas pengolahan limbah (Waste Treatment Processing/WTP).

Proses itu secara linear menurunkan jumlah limbah B3 yang dihasilkan. Sekaligus juga meningkatkan konservasi air. Modifikasi ukuran filter pada vibrating screen yang dibuat berhasil secara efektif menyeleksi ukuran batu bara sesuai spesifikasi boiler. Dengan demikian, bisa menggantikan penggunaan crusher yang kebutuhan energinya cukup besar.

Tak hanya itu saja. Cirebon Power juga rutin melakukan program lingkungan. Program ini secara langsung bisa berdampak dan dirasakan oleh masyarakat sekitar pembangkit. Salah satu program yang didorong adalah bank bibit dan penanaman pohon mangrove.

Program penanaman dan pemeliharaan mangrove ini secara berkelanjuta memberi dampak yang sangat baik untuk lingkungan. Indikatornya sangat jelas, bisa dilihat dari kenaikan indeks diversitas yang terjadi di tiap tahunnya. Tak tanggung tanggung, hingga tahun 2019, penanaman mangrove setidaknya telah dilakukan di areal seluas 13,5 hektar.

Heru Dewanto Bawa Cirebon Power Ramah Lingkungan

Program dan kegiatan seperti ini sangatlah bagus. Selain berhasil mengkonservasi energi, program ini juga bisa menurunkan emisi Gas Rumah Kaca. Ini sangat baik untuk bisa menangkis dampak perubahan iklim secara global.

Tak hanya itu saja, pembangkit besutan Heru Dewanto ini juga telah menjadi pelopor untuk penggunaan energi batubara bersih di negeri ini. Emisi dari pembangkit ini jauh di bawah ambang batas pemerintah.

Perusahaan patungan tiga negara yakni Indonesia, Jepang dan Korea Selatan ini berkomitmen pada prinsip-prinsip green sustainability. Cirebon Power selalu berhasil menekan gas rumah kaca agar berada di bawah 1.00 kg CO2 eq/KWh. DI mana angka itu adalah nilai optimal yang ditentukan dalam industri pembangkitan listrik.

Untuk terus menjalankan menjalankan green sustainability, Cirebon Power selalu dan terus melibatkan masyarakat sekitar pembangkit. Upaya pemberdayaan masyarakat yang dilakukan tidak hanya menjadi tanggung jawab social. Lebih dari itu, juga menjadi upaya untuk bisa tumbuh dan berkembang bersama masyarakat sekitar.

Pembangkit yang dinahkodai oleh Heru Dewanto ini merupakan perusahaan konsorsium pembangkit listrik yang mengperasikan PLTU Cirebon 660 MW. Saat ini, perusahaan Cirebon Power tengah membangun PLTU 2 Cirebon yang lebih besar. Pembangkit yang dibuat dengan kapasitas 1.000 MW itu ditargetkan bisa selesai tahun 2022.