Filosofi yang Wajib Diketahui Ahlinya Nasi Tumpeng

by Mujahid Sahroni
Filosofi yang Wajib Diketahui Ahlinya Nasi Tumpeng

Filosofi yang Wajib Diketahui Ahlinya Nasi Tumpeng – Semenjak tahun 2013, nasi tumpeng resmi dinobatkan menjadi salah satu dari 30 ikon kuliner Indonesia oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. Nama tumpeng ini sebenarnya adalah sebuah singkatan dari “yen metu kudu mempeng” yang bila diartikan dalam Bahasa Indonesia adalah “ketika keluar harus bersungguh-sungguh semangat”.

Dari artinya, tak heran jika dari dulu nasi tumpeng ini sering dijadikan hidangan wajib dalam sebuah perayaan sebagai makna ucapan syukur dan kebahagiaan, karena makna tumpeng sendiri adalah baik, dimana ketika lahir manusia harus menjalani kehidupan di jalan Tuhan dengan penuh semangat, keyakinan, fokus, dan tidak mudah putus asa. Nah, disadari atau tidak penyajian tumpeng oleh ahlinya nasi tumpeng ternyata harus dilengkapi berbagia macam lauk-pauk. Tak hanya enak dan mengenyangkan saja, macam lauk-pauk yang dibuat dalam nasi tumpeng ini memiliki makna tersendri. Adapun makna filosis dari tumpeng ini adalah sebagai berikut:

Nasi Bentuk Kerucut

Nasi dalam tumpeng yang dibentuk kerucut ini bukanlah hanya untuk estetika saja, bentuk kerucut ini memiliki arti sebagai harapan agar dapat hidup dengan sejahtera, melambangkan tangan yang merapat untuk selalu menyembah Tuhan, dan sebagai simbol sebuah pengharapan agar mencapai kesejahteraan dan kesuksesan hidup. Nah, biasanya nasi yang digunakan berawarna putih atau kuning. Dimana nasi putih atau uduk ini berarti suci dan sering digunakan dalam upacara keagamaan. Sedangkan nasi berwarna kuning melambangkan kesejahteraan, rezeki, dan kekayaan yang melimpah.

Ayam Sebagai Lauk

Pemilihan ayam sebagai lauk dalam penyajian nasi tumpeng haruslah ayam jantan yang dimasak utuh dengan bumbu kuning/kunir dan diberi areh (kaldu santan kental). Penyajian ini menjadi simbol penyembahan terhadap Tuhan dengan khusyuk (manekung) dengan hati yang tenang (wening), dimana ketenangan hati ini akan dicapai dengan kesabaran dan pengendalian diri. Pemilihan ayam jago untuk disembeli dan dijadikan lauk juga memiliki makna penghindaran sifat-sifat buruk dari ayam jago seperti sombong, congkak, tida setia, ketika berbicara merasa benar sendiri (berkokok), dan tidak perhatian terhadap keluarga.

Ikan Sebagai Lauk

Sebenarnya, ahlinya nasi tumpeng pada zaman dahulu ikan yang digunakan sebagai lauk dalam nasi tumpeng adalah ikan lele yang memiliki makna ketabahan dan keuletan dalam hidup. Namun, sekarang ini lauk ikan sudah lebih banyak menggunakan ikan teri. Pemilihan ikan teri ini menjadi simbol kebersamaan dan kerukunan dalam hidup manusia.

Lauk Telor Rebus

Salah satu lauk dari nasi tumpeng adalah telur rebus utuh yang biasanya dipindang. Pemilihan telur pindang utuh ini berasal dari pepatah jawa “tata, titi, titis, dan tatas” yang berarti etos kerja yang baik itu haruslah terencana, teliti, tepat perhitungannya, dan tuntas diselesaikan. Telur utuh juga menjadi simbol kelahiran manusia dengan fitrah yang sama, yang menjadi pembedanya adalah tingkah laku setiap manusia itu sendiri.

Itulah beberapa makna filosofis dari lauk-pauk yang ada dalam nasi tumpeng. Nah, bagi Anda yang ingin membuat nasi tumpeng dengan mengutamakan makna aslinya, cobalah untuk mempercayakannya kepada ahlinya nasi tumpeng, agar lauk yang dibuat tidak asal-asalan. Semoga bermanfaat!

You may also like