Buah Mengkudu Obat Diabetes yang Ampuh dari Zaman Dulu

by Mujahid Sahroni
Buah Mengkudu Obat Diabetes

Buah mengkudu (Morinda Citrifolia) hingga saat ini masih dipercaya sebagai obat diabetes atau kencing manis yang ampuh dari sejak puluhan tahun yang lalu. Banyak terdapat kandungan didalamnya yang bisa menangkal penyikit berat teresbut.

Buah mengkudu ini mengandung Proxeroni, zat yang dapat membentuk. Fungsinya untuk membuka pori-pori sel, sehingga nutrisi akan mudah menyerap ke dalam tubuh.

Dengan kandungan tersebut tidak heran penyakit yang menyebabkan penurunan berat badan, penglihatan kabur, luka sulit sembuh, sakit kepala dan gatal bisa sembuh jika dikonsumsi dengan rutin dan berkala.

Adapun cara mengolah buah mengkudu untuk obat dikutip dari Fokus Jabar, yang pertama adalah dengan memblender buahnya hingga halus kemudian diperas hingga keluar airnya saja. Kemudian langsung diminum, gunakan madu jika tidak tahan dengan rasa pahit dan bau dari buah tersebut.

Tanaman buah mengkudu ini biasanya tumbuh di dataran rendah hingga di ketinggian 1.500 meter. Tinggi pohon obat diabetes ini mencapai 3 sampai 8 meter dengan memiliki bunga bongkol berwarna putih. Buahnya memiliki ciri yang sangat unik jika masih muda berwarna hijau mengkilap dengna totol-totol diseluruh bagian buahnya. Ketika buah itu matang hingga tuamaka berubah berwarna tua dengan bintik hitam.

Di masyarakat Aceh tradisional buah mengkudu yang memiliki rasa pahit dan bau itu malah dikonsumsi untuk makanan sehari-hari seperti dibuat tumis, sop bahkan untuk di rujak. Kemudian untuk daunya dikonsumsi sebagai makanan wajib buka puasa sebagai bahan nicah peugaga.

Sejarah Mengkudu menjadi Tanaman Obat

Dalam sejarah tanaman obat, tanaman mengkudu sangat berhubungan dengan bangsa Polinesai yang berada di Kepulauan Samudra Pasifik yang sudah banyak diketahui pada saat itu bangsa Polinesia barasal dari benua Asia Tenggara.

Pada tahun 100 SM, bangsa yang terkenal berani mengembara. Tanpa sebab yang jelas mereka menyeberangi lautan meninggalkan tanah air mereka. Konon, ada kesan para pengembara itu dikecewakan oleh suatu hal dan maksud menjauhkan diri dari kehidupan sebelumnya.

Setelah lama mengembara, mereka sampai di sekitar Polinesia, yaitu kepulauan di sekitar Pasifik Selatan. Para petualang tersebut langsung jatuh hati saat melihat indahnya pemandangan, kondisi pantai dan pulaunya.

Uniknya, mereka seakan-akam telah mempersiapkan diri untuk berpindah ke pulau lain. Hal ini bisa dibuktikan dengan adanya sejumlah tumbuhan dan hewan yang ikut dibawa, karena dianggap penting untuk mempertahankan hidup.

Beberapa tumbuhan asli, seperti pisang, talas, ubi jalar, sukun, tebu, dan mengkudu, juga turut dibawanya. Diantara yang dibawa itu, masih ada yang berupa stek dan tunas.

Salah satu tumbuhan itu, yakni mengkudu, dianggap barang keramat. Sejak 1500 tahun lalu penduduk kepulauan yang kini disebut Hawaii itu mengenal buah ini dengan sebutan noni. Mereka menduga tumbuhan bernama latin Morinda citrifolia tersebut memiliki banyak manfaat.

Mereka memandangnya sebagai Hawaii magic plant, karena buah ini dipercaya bisa mengobati berbagai macam penyakit.

Pohonnya tidak begitu besar, tingginya antara 4–6 m. batang bengkok-bengkok, berdahan kaku, kasar, dan memiliki akar tunggang yang tertancap dalam

Kulit batang cokelat keabu-abuan atau cokelat kekuning-kuniangan, berbelah dangkal, tidak berbulu,anak cabangnya bersegai empat. Tajuknya selalu hijau sepanjang tahun.

Kayunya mudah sekali dibelah setelah dikeringkan. Bisa digunakan untuk penopang tanaman lada.

Berdaun tebal mengkilap terletak berhadap-hadapan. Ukuran daun besar-besar, tebal dan tunggal. Bentuknya jorong-lanset, berukuran 15-50 x 5–17 cm, tepi daun rata, ujung lancip pendek.

Pangkal daun berbentuk pasak. Urat daun menyirip. Warna hiaju mengkilap, tidak berbulu. Pangkal daun pendek, berukuran 0,5-2,5 cm. Ukuran daun penumpu bervariasi, berbentuk segitiga lebar. Daun mengkudu dapat dimakan sebagai sayuran. Nilai gizi tinggi karena banyak mengandung vitamin A, yang katanya bisa menyembuhkan ambein

Bunga tersusun majemuk, perbungaan bertipe bongkol bulat, bertangkai 1–4 cm, tumbuh di ketiak daun penumpu yang berhadapan dengan daun yang tumbuh normal.

Bunga banci, mahkota bunga putih, berbentuk corong, panjangnya bisa mencapai 1,5 cm. Benang sari tertancap di mulut mahkota. Kepala putik berputing dua. Bunga itu mekar dari kelopak berbentuk seperti tandan. Bunganya putih dan harum.

Buah mengkudu aman ketika dikonsumsi dalam jumlah konsumsi yang disarankan. Tapi ada kekhawatiran apabila mengkonsumsi buah mengkudu untuk pengobatan, yang mungkin dalam jumlah yang tidak aman.

Ibu hamil dan menyusui – Hindari mengkonsumsi buah mengkudu saat hamil karena secara historis, kerap digunakan untuk aborsi. Sama halnya pada saat menyusui, perlu menghindarinya karena tidak cukup diketahui tentang keamanan buah mengkudu ini selama menyusui.

Masalah ginjal – Dalam kandungan buah mengkudu terdapat kalium dalam jumlah yang cukup banyak. Hal ini bisa menjadi masalah, terutama bagi orang-orang dengan penyakit ginjal. Jangan mengkonsumsi mengkudu jika memiliki masalah ginjal.

Penyakit liver – Buah mengkudu banyak dikaitkan dengan beberapa kasus kerusakan hati. Hindari mengkonsumsi mengkudu,  jika memiliki penyakit gangguan fungsi hati. Semoga Bermanfaat !!!

 

You may also like