Apa Itu NFT, Aset yang Sedang Populer di Crypto ?

by Mujahid Sahroni
apa itu nft

Pernahkah mendengar tentang apa itu NFT? Masifnya penggunaan internet berdampak pada persebaran data yang sulit dikendalikan, termasuk di antaranya karya digital. Dalam dunia Crypto, kepopuleran NFT sedang meningkat dengan pesat, bahkan mencapai hingga 142 triliun rupiah pada penjualan kuartal III. Sebenarnya, apa yang membuat NFT semakin digandrungi oleh pengguna Crypto? Simak ulasan berikut:

Definisi NFT

Non Fungible Token, disebut dengan NFT adalah token digital yang membuktikan kepemilikan suatu barang dan bisa dibeli menggunakan mata uang Crypto. Beberapa contoh dari NFT misalnya karya seni, video musik, lagu, dan lain-lain yang berbentuk digital seperti format JPEG hingga MP4.

Teknologi blockchain ini sebenarnya sama dengan Cryptocurrency, namun bedanya NFT bukanlah mata uang. Dari kata-kata “non fungible” sudah terlihat bahwa aset ini tidak bisa dipertukarkan. Faktor inilah yang menjadi keunikan dari NFT karena sifatnya yang unik, sehingga tidak bisa direplikasi maupun digantikan.

Dalam NFT terdapat kode identifikasi yang unik beserta metadata yang membuatnya berbeda satu dengan lainnya. Jadi secara sederhana, jika ada yang bertanya apa itu NFT? Maka jawabannya NFT menyerupai sertifikat yang menandakan keaslian sesuatu dan dimiliki secara eksklusif.

Pada aset ini terdapat informasi mengenai pemilik awal, akhir, serta penerbit tokennya. Lain halnya dengan Bitcoin, NFT bisa memiliki nilai yang berlainan. Ini menjadi alasan lelang digunakan untuk mendapatkan aset ini. Jadi, NFT bisa dikatakan sebagai aset yang menjanjikan karena keunikan yang tidak bisa ditiru oleh siapapun.

Cara Kerja Dari NFT

Agar lebih memahami tentang apa itu NFT beserta cara kerjanya, bisa menggunakan contoh yang sederhana misalnya gambar digital Scream karya Edvard Munch. Teknisnya, apabila lukisan Scream ini diterbitkan menjadi Non fungible token, file JPEG akan disimpan di IPFS, sebuah jaringan komputer dengan bentuk kode hash.

Apabila suatu ketika ada gambar yang sama direkam lagi oleh IPFS, maka hasilnya tentu invalid karena data ini sudah pernah ada. Kode hash ini juga memiliki fungsi sebagai identitas penyimpanan yang ada di blockchain.

Kode hash lukisan Scream nantinya diproses memakai smart contract, menghasilkan sebuah token digital unik. Token ini yang dinamakan NFT. Saat ada yang tertarik membeli aset NFT, berarti yang didapatkan adalah sertifikat keaslian dan bukan file gambarnya.

Mengapa NFT Semakin Booming?

Tidak dipungkiri lagi bahwa aset NFT mengalami peningkatan pesat. Fenomena ini bermula dari peran Jack Dorsey, bos Twitter. Dirinya menjual tweet pertama kalinya sebagai aset NFT dengan harga setara dengan 42 miliar rupiah. Begitu juga DJ kenamaan, Steve Aoki yang menjual karyanya dengan harga 12.9 miliar rupiah.

Fenomena penjualan aset NFT seperti ini masih banyak, yang mengusung harga selangit untuk mendapatkannya. Informasi dari CNB Indonesia melaporkan bahwa pendiri SpiCE VC yani Tal Elyashiv membuat prediksi bahwa tren NFT mampu bertahan lama. Pernyataan ini didukung salah seorang penjual NFT yakni She Lupinin.

Dirinya menjelaskan jika pasar NFT mampu berkembang pesat didukung perkembangan pesat dari teknologi uang digital. Apalagi, nilai tidak tergantikan dari NFT membuat pesonanya semakin digandrungi. NFT menjadi kartu koleksi yang hanya dimiliki satu orang saja di periode tertentu.

Penjelasan seputar apa itu NFT bisa menjadi bahan pertimbangan sebelum membelinya. Untuk itu bisa memanfaatkan Pintu sebagai platform terpercaya. Pintu adalah aplikasi jual beli Bitcoin dan aset Crypto lainnya yang telah terdaftar resmi di Bappebti.

Di Pintu, kamu bisa mengecek pergerakan harga aset, membaca berita-berita terbaru tentang Crypto serta melakukan investasi dan trading hanya mulai dari Rp11.000 saja, lho. Download Pintu sekarang!

You may also like