4 Pengalaman Konten Digital Lahir Selama COVID-19 Yang Akan Tetap Ada

by Mujahid Sahroni
Konten Digital

Sadarkah Anda? Setiap harinya Anda kini dibiasakan untuk lebih banyak menikmati berbagai asupan konten digital yang mungkin sebagiannya menjadi pengalaman baru bagi Anda. Utamanya, sejak pandemi ini terjadi.

Data yang diungkapkan oleh Operator Seluler Telkomsel membenarkan hal itu. Sejak pandemi, lalu lintas data internet berdasarkan data mereka meningkat hingga lebih dari 20%.

Itu artinya, kebutuhan dan produksi konten digital memang meningkat di tengah-tengah masyarakat. Bahkan, diprediksi bahwa sebagiannya akan tetap bertahan meski pandemi tetap berlalu.

Di antara pengalaman konten digital yang dimaksud antara lain:

1. Belajar dengan Konten Digital

Sebelum pandemi, belajar digital mungkin sudah ada dan dijalankan oleh sebagian orang. Namun, pengalaman ini meluas dengan cepat ketika pandemi ini terjadi.

Belajar disini baik yang sifatnya formal maupun yang non-formal. Setiap siswa atau mahasiswa hampir dipastikan mengalaminya. Mengakses materi lewat Youtube, Blog, dan sebagainya.

Anda yang sudah tak sekolah juga mungkin saja mengalami hal yang sama. Mengingat banyaknya seminar, workshop, pelatihan, kursus, dan berbagai forum belajar yang dilakukan melalui media digital.

Kemungkinan besar, belajar digital akan awet. Mengingat pengalaman belajar digital menghasilkan berbagai hal yang positif bagi penggunanya, seperti fleksibilitas waktu dan tempat.

2. Hiburan dengan Konten Digital

Kebiasaan lain yang meningkat secara drastis lainnya adalah penggunaan konten-konten hiburan. Anda yang sebelumnya mungkin intensitasnya jarang mencari hiburan secara digital, saat pandemi baru turun menikmatinya.

Ini bukan omong kosong. Operator Telkomsel juga mengakui hal ini. Dikutip dari Antara, penggunaan layanan streaming video meningkat 13,8 persen, sementara game online sangat drastis hingga angka 83.7 persen.

Selain kedua hal diatas, lahir juga Virtual Tourism yang menyajikan pengalaman wisata secara virtual dengan memanjakan pengalaman visual tanpa harus datang ke lokasi wisata.

Hiburan digital ini memang secara hitung-hitung logis lebih hemat dan praktis. Dana yang dikeluarkan lebih minim, begitu juga dengan tenaga dan proses mendapatkannya.

Tak salah juga jika kebiasaan mencari hiburan di dunia digital pasti terus berlangsung meski persoalan Covid-19 sudah selesai.

3. Belanja melalui Konten Digital

Tren belanja online sebenarnya sudah ramai sejak sebelum pandemi, namun kebiasaan ini semakin meningkat ketika pandemi.

Data tentang hal ini disampaikan oleh MarkPlus, Inc. Semasa pandemi Covid-19 yang membuat orang harus jaga jarak dan lebih banyak di rumah, kegiatan belanja online meningkat hingga 28,9%.

Banyak yang sebelumnya awam bertransaksi online, kini menjadi akrab. Baik berbelanja di Marketplace maupun langsung memesan secara online melalui penjual perorangan.

Mereka mendapatkan promosi lewat konten-konten digital yang disebarkan melalui berbagai macam kanal.

Dengan semakin banyaknya orang yang merasakan mudahnya belanja online, bisa dipastikan setelah Pandemi kebiasaan ini akan awet juga.

4. Berjualan dengan Konten Pemasaran Digital

Terakhir, yang juga muncul semakin subur adalah tren berjualan dengan menggunakan promosi digital. Baik yang dilakukan oleh pebisnis baru, maupun bisnis yang melakukan pivot dari konvensional ke digital.

Tentu saja, tidak semua pelakunya laris. Apalagi, memasarkan barang secara digital memiliki seni yang berbeda untuk bisa memenangkan persaingan.

Banyak faktor penentu kesuksesan yang mempengaruhi Anda yang terlibat dalam kegiatan ini. Salah satunya adalah konten yang Anda tebar ke pasar. Baik itu konten dalam bentuk video, gambar, maupun tulisan.

Saungwriter, sebagai jasa penulisan artikel bisa membantu Anda untuk membuat promosi Anda semakin bagus dan tepat sasaran.

Kami memiliki tim penulis yang berpengalam menulis konten untuk SEO Marketing dan Copywriter untuk menarik minat target pasar Anda.

Nah, demikianlah 4 konten digital yang akan awet bertahan selepas pandemi nanti.

Originally posted 2020-12-24 02:40:19.

You may also like