4 Ide Asesmen Formatif untuk Kelas Virtualmu

by Mujahid Sahroni
4 Ide Asesmen Formatif untuk Kelas Virtualmu

Di artikel sebelumnya, kita telah membahas beberapa ide asesmen sumatif yang dapat kamu terapkan di kelas virtualmu. Pada artikel ini, kita akan membahas ide asesmen formatif yang juga dapat diterapkan selama pembelajaran jarak jauh ini.

Apa perbedaan keduanya? Asesmen sumatif dilakukan di akhir setelah semua proses pembelajaran sudah selesai. Bobot nilai paling besar berada di asesmen sumatif. Asesmen formatif, di lain sisi, dilakukan di sepanjang pembelajaran, dan bobot nilainya jauh lebih kecil dibandingkan dengan asesmen sumatif.

Selanjutnya, ada dua pandangan dalam memahami asesmen formatif. Pertama, asesmen formatif sebagai cerminan dari asesmen sumatif. Kedua, asesmen formatif dipandang sebagai bagian-bagian dari asesmen sumatif (pieces). Tetapi, tiap bentuk asesmen formatif tidak selalu kaku menganut satu pandangan; bisa saja dua pandangan, tergantung dari desain sumatifnya.

Apa saja ide-ide asesmen formatif yang dapat kamu terapkan pada masa pembelajaran daring ini? Simak penjelasan di bawah ini.

  • Draf Progresif

Draf Progresif adalah bentuk asesmen formatif yang bersifat rancangan dan memiliki perkembangan dari waktu ke waktu; ini sebabnya dinamakan progresif. Kata ‘progresif’ dalam KBBI berarti “ke arah kemajuan.” Asesmen ini termasuk dalam pandangan yang kedua, yakni merupakan bagian-bagian dari asesmen sumatif, dan sangat cocok untuk digunakan jika bentuk asesmen sumatifnya berupa produk digital.

Contoh dari asesmen ini, misalkan, jika asesmen sumatif dari murid adalah membuat sebuah naskah pidato yang terdiri dari tiga paragraf, yakni pembuka, isi, dan penutup, asesmen formatifnya bisa dipecah menjadi tiga, yang membahas tiap paragraf tersebut. Jadi, di akhir pembelajaran, asesmen sumatifnya adalah tiga asesmen formatif yang digabung menjadi satu.

  • Polling Realtime

Polling Realtime merupakan bentuk asesmen formatif yang menggunakan polling dengan waktu cepat untuk mengetahui pemahaman yang didapat semua murid di kelas dengan cepat pula. Kata ‘realtime’ di sini sama artinya dengan langsung atau live. Asesmen ini biasanya termasuk dalam pandangan yang pertama, dan cocok untuk menguji apakah semua murid di kelas sudah mendapatkan fakta spesifik yang diharapkan atau dapat menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang didapatkan.

Misalkan, saat murid mempelajari tentang penjajahan bangsa asing di Indonesia pada masa Perang Dunia II, salah satu pertanyaan yang dapat digunakan adalah, “Salah satu bangsa berikut pernah menjajah Indonesia.” Lalu pilihan jawabannya, “Perancis, Spanyol, Jepang.” Selanjutnya, murid dapat menjawab pertanyaan berikut dibantu menggunakan salah satu aplikasi pembelajaran yang menyediakan fitur polling realtime atau live quiz.

  • Exit Ticket

Exit Ticket adalah bentuk asesmen formatif yang menggunakan sebuah pertanyaan atau instruksi di akhir pembelajaran untuk dapat dijawab atau diikuti murid sebelum dapat keluar dari sesi pertemuan sinkronus. Asesmen ini sangat efektif digunakan untuk meningkatkan partisipasi murid karena jika hal pertanyaan atau instruksi tersebut diberikan secara asinkronus, maka ada peluang murid menunda atau bahkan tidak mengerjakannya. Pandangan yang digunakan dalam asesmen ini bisa yang pertama maupun kedua.

Contoh dari asesmen ini, misalkan, saat murid sedang mengerjakan asesmen sumatif membuat sebuah video presentasi, asesmen formatifnya dapat berupa meminta mereka untuk membuat bagian pembuka dari video tersebut saat sesi sinkronus. Jika mereka sudah menyelesaikan dan mengunggahnya, video pembuka itu kemudian akan diberikan kepada guru untuk dapat dicek. Setelah mendapatkan konfirmasi dan izin dari guru, murid tersebut baru boleh keluar dari sesi pertemuan sinkronus. 

  • Jurnal Digital

Jurnal Digital adalah bentuk asesmen formatif berupa penulisan jurnal secara digital. Asesmen ini menggunakan pandangna yang kedua, dan sangat cocok untuk mata pelajaran yang bersifat reflektif, misalkan PKn atau Pendidikan Agama, dimana murid akan menginternalisasi nilai-nilai yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, dapat digunakan juga dalam mapel PJOK untuk menuliskan jurnal kesehatan mereka.

Misalkan, saat mempelajari tentang Pancasila, di asesmen formatifnya murid dapat memilih salah satu sila dari Pancasila dan menuliskan setiap harinya bagaimana ia sudah menerapkan sila tersebut dalam kehidupan nyata. Di akhir, yakni asesmen sumatif, murid dapat mempresentasikan bagaimana penerapan salah satu sila Pancasila selama satu bulan dalam hidupnya.

Sebagai kesimpulan, sebenarnya ide-ide asesmen formatif ini juga dapat digunakan dalam kehttps://blog.teachmint.com/intl/id-id/6-ide-interaksi-dalam-kelas-online-atau-webinar-untuk-menghidupkan-suasana/las pertemuan tatap muka. Tetapi, memang untuk kelas virtual butuh menggunakan bantuan aplikasi-aplikasi pembelajaran. Ada banyak aplikasi pembelajaran yang dapat mengakomodir kebutuhan-kebutuhan asesmen formatif di atas. Jarak mereka dari kamu hanyalah sejauh jempol. Selamat mencoba!

You may also like